|
Mar
10
16:20
|
Posted by admin, and filed under News
Berdasarkan konfrensi pers yang dilakukan Kapolri, Jenderal Pol, Bambang Hendarso Danuri pada hari rabu, 10 Maret 2010 sekitar jam dua siang waktu jakarta. Tersangka teroris kelas kakap bernama Dul Matin alias Yahya alias Mansur alias Fahri Adriansyah. Dulmatin (lahir di Desa Petarukan, Kecamatan Petarukan, Pemalang, 6 Juni 1970 – meninggal di Pamulang, Tangerang Selatan, 9 Maret 2010 pada umur 39 tahun) alias Amar Usmanan, Joko Pitoyo, Joko Pitono, Abdul Matin, Pitono, Muktarmar, Djoko, dan Noval; adalah orang yang dicari Kepolisian Indonesia karena diduga terlibat kasus Bom Bali pada tahun 2002. Lahir sebagai anak keempat dari lima bersaudara putra pasangan Usman (almarhum) dan Masriyati, selepas SMA pada tahun 1992 ia merantau ke Malaysia. Tiga tahun kemudian ia kembali ke Indonesia dan bekerja sebagai makelar mobil dan bertani. Ia dikabarkan telah tewas dalam serangan udara militer Filipina di Pulau Mindanao, Filipina Selatan pada Januari 2005, namun ternyata hal tersebut tidak dapat dikonfirmasi. Pihak militer Filipina kembali mengabarkan bahwa Dulmatin telah terluka dalam sebuah baku tembak di Jolo, Filipina Selatan pada 16 Januari 2007. Pemerintah Amerika Serikat hingga kini masih menyediakan 10 juta dolar AS bagi orang yang dapat memberikan informasi mengenai keberadaannya. Menurut keterangan pemerintah AS dalam pengumuman sayembaranya, Dulmatin adalah ahli elektronik yang pernah berlatih di kamp-kamp Al-Qaidah di Afganistan dan merupakan tokoh senior dalam Jemaah Islamiyah. Dulmatin berusia akhir 30-an, memiliki darah Arab, tinggi 172 cm, berat 70 kg, dengan warna kulit coklat. Pada tanggal 9 Maret 2010 kembali dikabarkan bahwa Dulmatin tewas pada penggerebekan di Pamulang, Tangerang Selatan |





walah fotone kui mirip kue tenan dit…
hahhaa..
apik yoo…
asem, mirip kowe va