Video Penyiksaan Sapi Australia

Ditulis pada June 9, 2011 – 8:37 am | by admin |

20110530144556714 Video Penyiksaan Sapi AustraliaPemerintah Federal Australia sedang berada di bawah tekanan, untuk mengakhiri ekspor ternak hidup ke Indonesia. Kini sedang diributkan bahwa rumah pemotongan di tanah air melakukan berbagai praktek kejam terhadap binatang, yang dianggap melanggar hak asasi hewan.

Menyusul tayangan tersebut, organisasi Animals Australia, RSPCA, dan politisi Australia, Andrew Wilkie, menuntut pemerintah dan eksportir untuk mengakhiri pengiriman ternak hidup ke Indonesia. Kata mereka, baik pemerintah dan industri telah mengabaikan fakta yang terjadi di rumah pemotongan hewan Indonesia. Perusahaan LiveCorps yang menerima rekaman ini minggu ini juga langsung bertindak. Mereka membatalkan penjualan ke tiga rumah pemotongan hewan dan mengirimkan ahlinya.

“Meskipun kami menghadapi banyak tantangan dalam meningkatkan kesejahteraan hewan di negara berkembang, kami telah membuat kemajuan besar selama dekade terakhir,” kata bos LiveCorp, Cameron Hall, seperti dimuat situs berita The West Australian, Selasa, 31 Mei 2011.

“Tidak ada bangsa lain yang memiliki komitmen pada kesejahteraan hewan seperti Australia dan tidak ada negara lain yang berinvestasi dalam kesejahteraan hewan seperti yang kami lakukan.” LiveCorp bersikeras rekaman yang dipertontonkan ke publik Australia tak mencerminkan seluruh kondisi di Indonesia.

Untuk diketahui, Indonesia adalah importir terbesar sapi Australia–memiliki 100 fasilitas pengolahan binatang. Bagaimana kekejaman pada sapi itu bisa terkuak? Adalah aktivis perlindungan binatang dari Animals Australia, Lyn White yang datang langsung ke Indonesia.

Ia mengunjungi 11 rumah pemotongan hewan Maret 2011 lalu. Saat itulah kekejaman itu terkuak. Di salah satu kasus, ada seekor sapi tergelincir di lantai yang licin. Dengan maksud menggiring sapi ke penyembelihan, para pekerja memutus ekornya, mencukil mata, dan menuangkan air ke hidung sapi.

Kepala riset RSPCA, Bidda Jones, yang ditugaskan menganalisa penyembelihan mengatakan, rata-rata sapi harus dipotong tenggorokannya sampai 10 kali sebelum mati. “Bahkan ada yang sampai 33 kali,” kata dia pada ABC. “Ini bukti kurangnya keahlian dan pisau yang kurang tajam.”

Selain menuntut perbaikan di rumah pemotongan, para eksportir Australia juga dituntut memperbaiki metode pengiriman. Salah satunya, dengan menggunakan kotak–untuk mencegah kaki binatang bersinggungan dengan lantai yang licin dan terjatuh.
lihat video penyiksaan sapi yang satu ini lebih kejam

Berikut Video Penyiksaan Sapi Australia

Berita Terkait

Penyiksaan Sapi Australia Terungkap
Pengambilan video terkait...
Politik Ketahanan Pangan Vs Sapi Australia
Suka atau tidak, ketersediaan...
Unik, ‘Harley’ Ini Berangka Tulang Sapi
Sebagian besar sepeda motor...
Video Alyssa Subandono dan Desta Ciuman
best antivirus software p...
  1. 3 Responses to “Video Penyiksaan Sapi Australia”

  2. By joko on Jun 10, 2011 | Reply

    bullshit ..full rekayasa … untuk mendukung kebijakan australia meng eksport daging mentah yang sudah dipotong di negaranya sendiri…

    kalau benar buktikan di mana lokasi pemotogan hewannya…indonesia mayoritas muslim setiap tahun memotong sapi untuk kurban tidak ribet kayak gitu…

    logikanya mana ada rumah pemotongan hewan yang iseng motong sapi …sambil nyiksa kurang kerjaan…bagikan video ini ke para pemotong hewan di indonesia pasti mereka marah..

  3. By xn on Aug 11, 2011 | Reply

    hmm bingung gw. kenapa kalau mau motong sapi, musti nyongkel mata dan siksa2 pake pecut2 sapi nya. mau potong ya langsung lehernya aja kan.

    kalau bicara standar sih memang pas tiap taun pemotongan kurban, agak sadis. pas motong sapi /kurban, temen2 hewan yang lagi antri, masa dikasih liat temen nya dipotong. menurut gw sih itu sadis. biar hewan, ya mereka pasti ngerti lah.

  4. By Aini on Aug 12, 2011 | Reply

    kenapa sapi itu harus di potong secara sadis,,, apa penyebabnya???

Beri Komentar